LAPORAN TUGAS JURNAL KELOMPOK
SISTEM INFORMASI
Tema Penelitian : Sistem Informasi
Objek Penelitian : Sistem Informasi Manajemen
Lokasi Penelitian : RSUD Kabupaten Indramayu
Judul Penelitian : Sistem Informasi Manajemen Rumah
Sakit Umum Daerah Kabupaten Indramayu

Disusun Oleh :
1. Nama : Levi Nafian Afandi
NIM : 201511007
2. Nama : Fery Surya Handika
NIM : 201511005
Kelas K2
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON (UMC)
2020
SISTEM
INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU
Levi Nafian Afandi1, Fery Surya Handika2
1S1 Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Cirebon
Jl.
Tuparev No.70, Kedungjaya, Kedawung, Cirebon, Jawa Barat
Email: levinafian@gmail.com1, ferysuryahandika@gmail.com2
Abstrak
Penulisan ini yang berjudul Sistem Informasi Manajemen
Rumah Saki Umum Daerah Kab.Indramayu ini membahas mengenai manajemen data
pasien pada Rumah Sakit Umum Daerah Kab.Indramayu dengan menggunakan metode
iterasi dan dikembangkan sistem informasi manajemen berbasis Web menggunakan Bahasa
Pemograman PHP dan MySql sebagai database dan jaringan(LAN) sebagai media untuk
mengkomunikasikan data antara komputer satu dengan lainnya dengan melakukan
fase perencanaan, fase analisis, fase perancangan, analisis sistem yang
berjalan, wawancara dan observasi serta pengumpulan data-data untuk memperoleh
informasi yang dibutuhkan. Kebutuhan user digambarkan dengan use case diagram
dan glosarium use case. Metode perancangan proses dengan menggambarkan Diagram
Konteks dan Diagram Aliran Data Sistem, pemodelan data dengan menggambarkan
ERD, rancangan antar muka program sebagai penghubung antara user dengan
database. Dari hasil implementasi sistem informasi manajemen Rumah Sakit Umum
Daerah Kab.Indramayu dengan tujuan untuk memudahkan pihak rumah sakit dalam
penyampaian informasi mengenai pasien dan manajemen dapat mengolah data dengan
cepat, menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh manajemen dan pasien dengan
cepat dan akurat serta dapat menyimpan data dengan aman sehingga dapat membantu
dalam proses pelayanan terhadap masyarakat.
Abstract
This writing entitled Management Information System of
the Regional General Hospital of Indramayu Regency discusses patient management
data at the Indramayu District General Hospital using the iteration method and
developing a Web-based management information system using PHP and MySql
programming languages as database and network (LAN). as a medium for
communicating data between computers to one another by carrying out the
planning stage, the analysis phase, the design stage, the running system
analysis, interviews and observations as well as data to obtain the required
information. User needs are described by use case diagrams and use case
glossaries. Process design method by describing Context Diagram and Data System
Flow Diagram, data modeling by describing ERD, interface design program as a
liaison between users and the database. From the results of the implementation
of the management information system of the Indramayu District General Hospital
with the aim of making it easier for the hospital to convey information about
patients and management, it can process data quickly, present the information
needed by management and patients quickly and accurately and can store data
with safe so that it can help in the process of service to the community.
1.
PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang masalah
Dengan
berkembang pesatnya teknologi sistem informasi saat ini maka penyajian
informasi secara dan efektif semakin dibutuhkan. Penyajian informasi seharusnya
sudah beralih dari sistem lama yaitu pencatatan manual menjadi system
komputerisasi. Demikian halnya pencatatan data pasien di suatu rumah sakit
harus mengunakan. Alat bantu, alat bantu tersebut merupakan perangkat keras(hardware) dan perangkat lunak (software).
Untuk memudahkan karyawanya dalam pencatatan Sistem Informasi Manajemen adalah
Sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (integrated), untuk menyajikan
informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan
dalam sebuah organisasi. Manfaat Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit dapat
menjaga standar praktek medis yang baik Sistem Informasi Manajemen dapat
menjadi alat koordinasi yang
efektif. Sistem
Informasi Manajemen dapat menjadi fungsi kontrol yang konsisten. Sistem
Informasi Manajemen dapat meningkatkan pendapatan Dalam penanganan sistem
informasi ini,salah satu hal yang harus diperhatikan adalah menilai biaya
dikeluarkan. Jika haltersebut dikerjakan dengan tangan (secaramanual), tentu
akan memakan waktu, biaya dan tenaga. Untuk menghin dari hal tersebut,akan
lebih baik jika digunakan sistem komputerisasi oleh sebab itu Rumah Sakit Umum
Daerah Kab.Indramayu harus menerapkan sistem informasi berbasis Komputer
komputer, untuk meningkatkan pelayanan secara profesional. Oleh karena itu
penulis tertarik dan bermaksud untuk menyusun perancangan “Sistem Informasi
Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Kab.Indramayu”
1.2
Rumusan
Masalah
Latar
belakang di atas maka penulis dapat menyimpulkan maslah sebagai berikut :
1.
membuat sistem informasi manajemen untuk pengolahan data
di Rumah Sakit Umum Daerah Kab.Indramayu
2.
Bagaimna mengolah data secara keseluruan berbasis komputrisasi,
sehingga pelaporan dan pelayanan dapat efektif dan efisien.
1.3
Batasan Masalah
Untuk Rumah Sakit Umum
Daerah Kab.Indramayu Sistem Informasi Manajemen yang dibuat Hanya mengatasi
Manajemen pemasokan obat, pasien, pimpinan dan supplier saja dengan tampilan
report .
1.4
Tujuan
Penelitian
Tujuan penelitian ini
adalah utuk mengetahui apakah sistem informasi manajenen yang saya dapat
kinerja manajemen dan lebih menigkatkan
pelayanan rumah sakit agar data- data yang ada dalam rumah sakit tersusun
rapih.kemudahan dalam pencarian data obat, pasien dll yang berhubungan dengan
rumah sakit.meningktakan citra pelayanan rumah
sakit
1.5
Manfaat Penelitian
Mempermudah manajemen
untuk melihat peningkatan keuntungan yg didapatkhn dan membuat pasien
nyaman dengan adanya system yg di buat ini karena lebih efisien
dan efektif.
2.
TINJAUAN
PUSTAKA Landasan Teori
2.1
Sistem
“Suatu sistem adalah
suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul
bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran yang
tertentu.” Pengertian sistem menurut
Jogiyanto
(2005 : 1)
“Sistem
adalah sekelompok sistem yang terintegrasi dengan maksud yang sama utuk
mencapai suatu tujuan .” Menurut McLeod
dalam Al-barha bin lad jamudin (2005 : 8)
2.2
Informasi
Menurut
Jogiyanto HM., (1999: 692), “Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil
dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti
bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang
nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan”
Abdul
Kadir (2002: 31); McFadden dkk (1999) mendefinisikan informasi sebagai data
yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang
yang menggunakan data tersebut.
2.3
Manajemen
Menurut Wilson Bangun
(2008) manajemen adalah suatu seni,ilmu dan proses dalam melaksanakan aktivitas-
aktivitasnya,perorganisasian seperti:
perancanaan , penyusunan,personilia dan pengawasan dengan manfaat sumber
daya organisasi lainya untuk mencapai tujuan yang di tetapkan.
Menurut George
R.Terry (2005) manajemen merupakan suatu ilmu dan eni. Manajemen merupakan
suatu wadah dalam ilmu pengetahuan,sehingga dapat di buktikan kebenaranya
secara umum.
2.4
Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi
Manajemen (SIM) adalah sebuah sistem informasi pada level manajemen yang
berfungsi untuk membantu perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan dengan
menyediakan resume rutin dan laporan – laporan tertentu.
SIM mengambil data mentah
dari TPS (Transaction Processing System) dan mengubahnya menjadi kumpulan data
yang lebih berarti yang dibutuhkan manager untuk menjalankan tanggung jawabnya.
Untuk mengembangkan suatu SIM, diperlukan
pemahaman yang baik tentang informa siapa saja yang dibutuhkan manajer dan bagaimana
mereka menggunakan informasi tersebut. (Hanif
Al Fatta, 2007, h.12).
Sistem informasi
manajemen adalah sistem informasi yang digunakan untuk mendukung operasional,
manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Biasanya SIM
menghasilkan informasi untuk memantau kerja, memelihara koordinasi, dan
menyediakan informasi untuk operasional organisasi yang dilakukan secara
periodik misalnya perminggu, perbulan dan pertahun, tidak secara aktivitas per
hari. Karakteristik Sistem Informasi Manajemen :
1.
Beroperasi pada tugas-tugas yang terstruktur, yakni pada
lingkungan yang telah mendefinisikan hal-hal berikut secara tegas dan jelas :
prosedur operasional, aturan pengambilan keputusan, dan arus informasi.
2.
Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya
3.
Menyediakan laporan dan kemudahan akses yang berguna
untuk pengambilan keputusan tetapi tidak secara langsung (manajer menggunakan
laporan dan informasi dan membuat kesimpulan- kesimpulan tersendiri untuk
mengambil keputusan). (Abdul Kadir 2003, h.115)
2.5
Rumah Sakit
Menurut W.J.S
Poerwadarminta (1984, p850) rumah sakit adalah rumah tempat merawat orang
sakit, tempat menyediakan dan memberikan pelayanan kesehatan yang meliputi
berbagai masalah kesehatan.
Menurut surat
Keputusan Menteri Kesehatan RI no. 159b/MENKES/PER/II/1988 tentang rumah sakit,
bahwa rumah sakit adalah sarana upaya kesehatan yang pelayanan kesehatan serta
dapat dimanfaatkan
untuk pendidikan
tenaga kesehatan dan penelitian
2.6
Sistem Informasi
Mananjemen Rumah Sakit Umum Daerah Kab.Indramayu
Tujuan dari penulisan
ini bertujuan untuk mengenalkan sistem komputerisasi pendataan pasien, dan
pimpinan juga dapat lebih mudah mengakses data-data pasien dan peningkatan
pendapatan Rumah Sakit Umum Daerah Kab.Indramayu. Menjadikan Sistem Rumah Sakit
lebih Efektif dan Efisienya.
2.7
Teori tentang sistem yg dipakai
2.7.1
PHP (Hypertext
Preprocessor)
PHP adalah bahasa
pemrograman server-side yang digunakan dalam pembuatan website bersama dengan
CSS dan HTML. PHP merubah website dari statis menjadi lebih dinamis dan
mengubah konten serta fungsi website yang lebih interaktif untuk keperluan user
PHP merupakan bahasa
pemrograman yang populer hingga saat ini mengalahkan beberapa bahasa
pemrograman lainnya, termasuk ASP.NET. Berdasarkan hasil survey dari W3Techs.com, PHP mendapatkan
prosentase 78.9% mengalahkan bahasa pemrograman lainnya. Tentu ini prosentase
yang besar jika dibandingkan dengan lainnya. Memang secara fungsi PHP bukan
yang terbaik jika dibandingkan pemrograman web lainnya, tetapi secara pengguna
PHP masih menjadi nomor satu.
2.7.2
MySQL
MySQL adalah DBMS
yang open source dengan dua bentuk lisensi, yaitu Free Software (perangkat
lunak bebas) dan Shareware (perangkat lunak berpemilik yang penggunaannya
terbatas). Jadi MySQL adalah database server yang gratis dengan lisensi GNU
General Public License (GPL) sehingga dapat Anda pakai untuk keperluan pribadi
atau komersil tanpa harus membayar lisensi yang ada.
Seperti yang sudah
disinggung di atas, MySQL masuk ke dalam jenis RDBMS (Relational Database
Management System). Maka dari itu, istilah semacam baris, kolom, tabel, dipakai
pada MySQL. Contohnya di dalam MySQL sebuah database terdapat satu atau
beberapa tabel.
SQL sendiri merupakan
suatu bahasa yang dipakai di dalam pengambilan data pada relational database
atau database yang terstruktur. Jadi MySQL adalah database management system
yang menggunakan bahasa SQL sebagai bahasa penghubung antara perangkat lunak
aplikasi dengan database server.
3.
METODEPENELITIAN
3.1
Metode Itrasi
Metodologi adalah
kesatuan metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan,
aturan-aturan dan postulat-postulat yang digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan,
seni atau disiplin lainnya. Pada penulisan ini penulis menggunakan Menurut
(Jogiyanto 2005, h. 59)
Metodologi Iterasi. Metodologi Iterasi adalah metodologi
setiap tahapan / fasepengembangan sistem dilaksanakan secara berulang-ulang
sampai mendapatkan hasilyang diinginkan. Dalam metode ini, terdapat lima fase
pengembangan sistem, yaitu : (Whitten2006, h.36)
· Permulaan Sistem
Pada fase ini, terdapat pendefinisian dari
permasalahan yang ada untuk menentukan ruang lingkup,menentukan metodologi yang
digunakan, serta membuat jadwal kegiatan dengan menggunakan beberapa teknik
pengumpulan data seperti wawancara,observasi, dan dokumentasi.(Whitten2006,
h.32)
· Analisis Sistem
Pada fase ini, dilakukan analisis pada
sistem yang telah ada dengan mengidentifikasi permasalahan, penentuan tujuan dari
perbaikan sebuah sistem, dan mengidentifikasi sebuah kebutuhan Pengguna sistem.
(Whitten2006, h.33)
· Desain Sistem
Fase ini menyatakan bagaimana sebuah desain
sistem lanjutan yang akan dibuat dengan menggambarkan sebuah model sistem untuk
menyelesaikan permasalahan yang dihadapi perusahaan.Pada fase ini, dilakukan
pembuatan sistem baru (hardware dan software) dengan alat bantu yang digunakan antara lain Macromedia Dreamweaver.
· Implementasi Sistem
Pada fase ini, dilakukan penginstalan database dan program baru, pelatihan
bagi pengguna dan konversi ke sistem yang baru.(Whitten 2006, h.34)
· Pemeliharaan
Sistem
Setelah sistem dioperasikan, maka dukungan
sistem yang berkesinambungan agar
sisa siklus hidup sistem tetap berguna, produktif dan optimal.(Whitten 2006, h.35)
3.2
Model Perancangan
Model Data
Entity Relationship
Diagram (ERD)
adalah model data
yang menggunakan beberapa notasi untuk menggambarkan data dalam konteks entitas
dan hubungan yang dideskripsikan oleh data tersebut (Whitten,2006 h.281). Entityr Relationship Diagram (ERD) untuk
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Kab.Indramayu, dapat dilihat
pada gambar 1 di bawah ini.

Gambar: 1 Entity
Relationship Diagram
3.3
Analisi Sistem
3.3.1
Analisis Permasalahan
Penulis melakukan
analisis terhadap sistem yang ada (sistem yang berjalan) pada Rumah Sakit Umum
Daerah Kab. Indramayu dengan cara mengumpulkan informasi dari sistem yang ada,
kemudian menemukan permasalahan, penyebab dari timbulnya masalah dan akibat
dari permasalahan tersebut. Untuk menganalisi
permasalahan, penulis menggunakan kerangaka PIECES.Berikut ini diuraikan
beberapa permasalahanyang muncul pengembangan sistem informasimanajemen rumah
sakit bersalin pada Rumah Sakit Bersalin Ananda Palembang, yaitu:
1.
Performance (kinerja)
Pimpinan sulit menganalisis tingkatpendapatan pada rumah
sakit tiap periodenya.
2. Information (informasi)
Informasi yang dihasilkan kurang
akurat sehingga pimpinan mengalami kesulitan dalam mengevaluasi
pendistribusian dan pengelompokan data-data pelayanan pasien tiap periodenya.
3.
Economics (ekonomi,
mengendalikan biaya, atau meningkatkan keuntungan)
4.
Perlu
biaya tambahan untuk membayar orang menganalisis laporan rawat jalan, rawat
inap, dan laporan pembelian obat.
5. Control (Kontrol atau Keamanan)
Belum adanya
manajemen hak pengaksesan data.
Belum adanya sistem
yang secara langsung memberitahukan tentang jumlah stok obat setiap harinya.
6. Eficiency (Efisiensi Orang dan Proses) Perlu 2 orang untuk menganalisis laporan rawat jalan, rawat inap,
dandepo obat.
7. Service (layanan ke pelanggan, pemasok,mitrakaryawa)
3.3.2
Analisis
Kebutuhan
Dalam melakukan
analisis kebutuhan maka penulis menggunakan use
case. Tujuan dari pembuatan use case di
bawah ini adalah untuk mendapatkan dan menganalisis informasi persyaratan yang
cukup untuk mempersiapkan model yang mengkomunikasikan apa yang diperlukan dari
segi pengguna, tentang bagaimana sistem akan dibangun dan diimplementasikan.
Berikut adalah gambar use case yang
telah teridentifikasi pada sistem informasi manajemen pada Rumah Sakit Umum
Daerah Kab.Indramayu, dpat di lihat di gambar 2 di bwah ini:

Gambar :2 Diagram Use Case
3.3.3
Analisis kelayakan
Kelayakan adalah
ukuran akan seberapa menguntungkan atau seberapa praktis pengembangan sistem
informasi terhadap organisasi. Analisis kelayakan adalah proses pengukuran
kelayakan. Dalam analisis kelayakan digunakan matriks sistem kandidat yang
secara efektif digunakan untuk mengorganisasi dan membandingkan karakteristik
solusi beberapa kandidat yang berbeda-beda.
|
Kriteria Kelayakan |
Bobot |
Kandidat 1 |
Kandidat
2 |
|
Kelayakan Operasional |
30% |
Skor : 100 (30% x 100 = 30) |
Skor
: 90 (30% x 90 = 27) |
|
Kelayakan
Teknis |
30% |
Skor
: 80 (30%
x 80) =
24 . |
Skor :
70 (30%
x 70) = 21 |
|
Kelaya kan Ekonomis |
30% |
Skor : 90 (30%
x 90) =
27 |
Skor : 65 (30%
x 65) = 19,5 |
Tabel 1 Matriks
Kelayakan Kandidat
3.3.4
Relasi Antar Table
Gambar: 3 Relasi Antar Tabel
3.3.5
Diagram Dekomposisi
Diagram Dekomposisi
pada sistem yang diusulkan terdapat lima subsistem yaitu, subsistem pengguna,
subsistem pengelolaan data, subsistem transaksi, subsistem laporan, subsistem
analisis. Gambar 4 menunjukkan diagram dekomposisi.


Gambar : 4 Diagram Dekomposisi
3.3.6
Diagram Konteks
Diagram konteks
sistem dibuat untuk menentukan lingkup proyek awal. Diagram aliran data konteks
ini hanya menunjukkan antarmuka utama sistem dengan lingkungannya. Gambar 5
menunjukkan diagram konteks.

Gambar : 5 Diagram
konteks
4.
PERANCANGAN DAN
IMPLEMENTASI
3.4
Perancangan
Perancangan
mengunakan metode Iterasi yaitu metode yg berulng- ulang sampai menemukan hasil
yang di inginkan , dan didalam perancangan ini alurnya dalah pertama kita harus
login terlebih dahulu untuk masuk dalam program atau sistem yang di buat,
setelah itu akan masuk di halaman utama atau menu utama di dalm menu utama terdapat pilihan-pilihan , dan setelah
itu dalam sistem ini ada pun perancangan yg dapat di akses oleh pimpinan yaitu
pimpinan dapat melihat peningkatan dan penurunan pasien yg berobat maupun yang
dirawat dan terdapat juga rancangan crystal repport yang berfungsi untuk
mencetak laporan biaya pengeluaran pasien rawat inap dan rawat jalan
Tahap
implementasi adalah tahapan dari sebuah pengembngan atau inti pekerjaan sebuah
proyek. Disinilah nantinya pembangunan komponen-komponen pokok sebuah sistem
informasi dilakukan berdasarkan design yang sudah dibuat. Implementasi sistem
yang dimaksud merupakan proses pembuatan dan pemasangan sistem secara utuh,
baik dari hardware (perangkat keras ) maupun software (perangkat lunak).
4.1.1 From Login
Pada
awal membuka sistem ini, form yang
akan keluar pertama kali adalah form
login. Pengguna harus memasukkan nama, password untuk menentukan
pembagian hak akses pengguna. Gambar form
login sistem dapat dilihat pada gambar 6 from login.

Gambar : 6
Perancangan From Login
4.1.2
Menu utama
Setelah login
masuklah ke dalam menu utama di dalam menu utama terdapat pilihan-pilihan
menu-menu yg sering di gunakan oleh pegawai untuk melihat data , laporan,
analisis laporan dan transaksi, di Rumah Sakit
Umum Daerah Kab.Indramayu.

Gamabar : 7 Perancangan
Menu Utama
4.1.3
Report
Rancangan keluaran
pada sistem yang digunakan untuk mencetak laporan Rekap Jasa Rawat Jalan dan
Rawat Inap yang akan ada di Rumah Sakit Umum Daerah Kab.Indramayu

Gambar : 8 Perancangan
Report
4.1.4 From Pendaftaran
Agar pemudahkan
pendaftaran, pendaftaran Pasien dibagi menjadi 2 yaitu Pendaftaran Pasien Baru
dan Pendaftaran Pasien Lama.

Gambar: 8 From Pendaftaran
Pasien Baru

Gambar : 9 Form
Pendaftaran Pasien Lama
4.
PENUTUP
4.1
KESIMPULAN
Beberapa kesimpulan
yang dapat ditarik penulis setelah menyelesaikan Sistem Informasi Manajemen
Rumah Sakit Umum Daerah Kab.Indramayu Ambarawa adalah sebagai berikut :
1. Dengan adanya
aplikasi Sistem Informasi Manajemen ini, data-data pada Rumah Sakit Umum Daerah Kab.Indramayu saling terintegrasi melalui
sebuah database sehingga dapat
mengolah data dengan baik dan dapat membantu memberikan pelayanan secara
lebih cepat dan akurat.
2. Penggunaan sistem
yang baru juga dapat memudahkan Pimpinan dalammenganalisis laporan.
Sehingga membantu Pimpinan dalam proses pengambilan keputusan.
4.2
SARAN
Sistem informasi
manajemen yang telah dirancang dalam penelitian ini, karena keterbatasan waktu
dalam melakukan penelitian, masih
sangat terbatas untuk dapat mencakup semua fungsi yang dibutuhkan agar menjadi
sistem yang lengkap. Maka sebaiknya dilakukan pengembangan sebagai berikut.
1.
Sebelum
diadakan penerapan sistem yang baru sebaiknya personil yang terlibat perlu
melakukan pelatihan ( training ) terlebih
dahulu, supaya nantinya dalam pengoperasiannya sudah sistematis dan
terintegerasi dengan menggunakan teknologi komputerisasi
2.
kepegawaian
agar dapat dikelola secara lebih baik sehingga mencakup semua elemen yang ada
pada Rumah Sakit Umum Daerah Kab.Indramayu
DAFTAR PUSTAKA
[1]
Arbie. (2004). “Manajemen Database dengan MySQL” . Yogyakarta : Andi
[2]
Nugroho, B. (2004), ” PHP & MySQL dengan editor Dreamweaver
MX”.Yogyakarta : Andi
[3]
Nugroho, Bunafit. (2008). “Latihan Membuat Aplikasi Web PHP dan MySQL dengan DreamweaverMX(6,7,2004) dan
8”. Cetakan ke-1 Jogjakarta:Gava Media
[4]
Hanif Al fatta (,2007,h.12)Definisis SiStem
Informasi Manajemen.
[5] Jogiyanto (2005) Pengenalan
konputer
,Andi offside: yogyakarta
[6]
Kadir, Abdul. (2009) Dasar Perancangan dan Implementasi Database Relational.
[7]
Komputer, Wahana , 2010, SQLServer2008 Express. Andi Offset
Yogyakarta. , 2010, Sistem Jaringan
Komputer untuk pemula. Andi Offset, Jakarta.
[8]
Mentri kesehatan RI
No:159b/MENS/PER/II Pengertian Rumah Sakit.
[9]
Whitten, Jeffery L, 2006, Metode Desain dan Analisis Sistem, Andi
Offset, Yogyakarta.
10
LIST JUDUL JURNAL YANG RELEVAN :
1.
Analisis
Implementasi Sistem Informasi Manajemen di Instalasi Rawat Jalan Klinik Paru
2.
Evaluasi
Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Di RSUD Dr Tjitrowardojo
Purworejo Dengan Metode Task Technology Fit Analysis
3.
Analisis
Implementasi Pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Pada
RSUD Kardinah Tegal
4.
Evaluasi
Peranan Persepsi Kegunaan dan Sikap Terhadap Penerimaan Sistem Informasi
Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di Rumah Sakit Daerah Kalisat
5.
Sistem
Informasi Manajemen Pada Rumah Sakit Khusus Paru-Paru Palembang
6.
Sistem
Informasi Manajemen Rumah Sakit Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Di Rumah Sakit
Umum Daerah Pangkep (Studi Kualitatif Di Rumah Sakit Umum Daerah Pangkep)
7.
Sistem
Informasi Manajemen Rumah Sakit Wimmie Handiwidjojo
8.
Perancangan
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Berbasis Web Rumah Sakit TNI AU
9.
Analisis
Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (SIM-RSUD)
Terintegrasi Di Provinsi Kalimantan Barat
10.
Pengembangan
Kapasitas Organisasi Melalui Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
(SIMRS) Untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan di RSUD dr. Mohamad
Soewandhie Surabaya
RESUME
JURNAL
1. Judul Jurnal :
Analisis Implementasi Sistem Informasi Manajemen di Instalasi Rawat Jalan
Klinik Paru
Resume : Adanya perbedaan
cara mendaftarkan pasien rawat jalan menurut Depkes dengan Klinik Paru Cirebon
dimana menurut Depkes pendaftaran pasien rawat jalan baru dimulai dengan
mengisi formulir pendaftaran pasien baru sedangkan di Klinik Paru Cirebon
pasien menyerahkan kartu identitas pasien. Menurut Depkes data pada formulir
pendaftaran pasien baru diinput pada komputer kemudian mencetak ringkasan
riwayat klinik, Sedangkan pada Klinik Paru Cirebon data pasien di input ke
dalam aplikasi sistem informasi manajemen rumah sakit di dalam menu
pendaftaran. Setelah itu baru dicetak kartu pasien bila pasien baru, bila
pasien lama menurut Depkes melaksanakan transaksi pendaftaran pasien lama
dengan mengentri nomor pasien sedangkan di Klinik Paru Cirebon pasien
menyerahkan kartu identitas pasien kemudian dilakukan pencarian data pasien di
aplikasi sistem informasi manajemen rumah sakit di dalam menu pendaftaran.
Sumber daya manusia SIMRS yang ada di Instalasi Rawat Jalan Klinik Paru Cirebon
pasien masih kurang.
Sumber Daya Manusia di
unit sistem informasi manajemen rumah sakit yang ada sudah cukup tetapi staff
di bagian pengembangan dan pengelolaan aplikasi SIMRS masih kurang. Kompetensi
staff dan petugas di pendaftaran masih ada yang belum sesuai dengan
kompetensinya. Begitupula dengan kompetensi staff di unit sistem informasi
manajemen rumah sakit, masih ada yang belum sesuai dengan kompetensinya.
Komputer dan perangkat keras yang ada di Intalasi Rawat Jalan Klinik Paru
Cirebon pasien rawat jalan masih kurang. Di unit sistem informasi manajemen
rumah sakit, komputer dan hardware yang ada sudah cukup.
Terdapat perbedaan
variable modul pendaftaran pasien rawat jalan Klinik Paru Cirebon dengan
variable modul pendaftaran menurut Permenkes dimana perbedaan itu terlihat di
variable pendaftaran melalui telepon. Klinik Paru Cirebon belum mempunyai
variable pendaftaran melalui telepon sehingga perlu adanya pengembangan sistem
informasi. Manajemen rumah sakit di modul pendaftaran pasien. Diharapkan dengan
adanya pendaftaran pasien melalui telepon bisa mengurangi antrian pasien yang
panjang di loket pendaftaran.
2. Judul Jurnal : Evaluasi Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Di RSUD Dr
Tjitrowardojo Purworejo Dengan Metode Task Technology Fit Analysis
Resume : Pengelolaan kriteria indeks utama
pasien pada SIMRS bagian rekam medis di RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo sudah
menggunaan peringatan secara friendly, verifikasi nomer rekam medis yang pernah
berkunjung, dan mencari nomer rekam medis pasien yang berkunjung dalam
pekerjaan ini membutuhkan ketelitian petugas.
Pengelolaan kriteria
klasifikasi dan kodefikasi pada SIMRS bagian rekam medis di RSUD Dr.
Tjitrowardojo Purworejo belum ada database penggunaan tanda dagger (+) dan
asterisk(*) sedangkan penggunaan kode sebab luar cidera, penggunaan kode
kematian, dan penggunaan morfologi neoplasma sudah ada.
Pengelolaan kriteria
admission, transfer, dan dyscharge pada SIMRS bagian rekam medis di RSUD Dr.
Tjitrowardojo Purworejo yaitu proses pendaftaran pasien rawat jalan, gawat
darurat, rawat inap, proses pasien pindah ruang rawat inap dengan tombol
pindah, dan proses pasien pulang dengan tombol clean bed.
Pengelolaan kriteria bed
management pada SIMRS bagian rekam medis di RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo
yang membedakan yaitu warna, merah berarti isi, hijau berarti kosong, dan
kuning berarti tempat tidur dalam proses.
Pengelolaan kriteria
traching system pada SIMRS bagian rekam medis di RSUD Dr. Tjitrowardojo
Purworejo masih menggunakan proses manual.
Pengelolaan kriteria
audit real pada SIMRS bagian rekam medis di RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo
sebatas analasisi kualitatif dokumen rekam medis.
Pengelolaan kriteria
sistem perjanjian pada SIMRS bagian rekam medis di RSUD Dr. Tjitrowardojo
Purworejo yaitu sistem pendaftaran online pasien rawat jalan.
3. Judul Jurnal :
Analisis Implementasi Pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
(SIMRS) Pada RSUD Kardinah Tegal
3.
Resume : Sesuai dengan tujuan
penelitian, yang dapat disimpulkan dalam penelitian ini antara lain :
1.
SDM
user penginput data SIMRS sebagian besar dari tenaga D3 Keperawatan.
2.
Peran
SDM user penginput data SIM RS di masing – masing unit pelayanan di RSUD
Kardinah Tegal belum semua SDM melakukan input data pada SIM RS, dan memahami
tentang SIM RS.
3.
Dilihat
dari efisiensi, yaitu membantu pekerjaan menjadi lebih cepat seperti melakukan
entry data.
4.
Data
dan dokumen mengena telah auditable dan accountable yaitu dapat diperiksa dan
dipertanggung jawabkan apabila terdapat kesalahan serta didokumentasikan sesuai
Standar Operasional Prosedur (SOP)
4. Judul Jurnal :
Evaluasi Peranan Persepsi Kegunaan dan Sikap Terhadap Penerimaan Sistem
Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di Rumah Sakit Daerah Kalisat
Resume : Tidak terdapat
pengaruh yang positif dan signifikan antara persepsi kegunaan (perceived
usefulness) terhadap niat karyawan untuk menggunakan SIMRS di Rumah Sakit
Daerah Kalisat. Hal ini didukung fakta yang diperoleh melalui observasi bahwa
dari penerapan SIMRS saat ini, belum dapat merubah sistem pendataan riwayat
penyakit pasien pada rekam medis dari konvensional menjadi terintegrasi dengan
sistem. Melalui wawancara juga didapatkan fakta bahwa fitur pelaporan dari
SIMRS saat ini tidak dapat sepenuhnya mendukung kegiatan pelaporan. Sehingga,
persepsi manfaat dari penerapan SIMRS saat ini, bukanlah faktor utama yang
menjadi pendorong user untuk berkeinginan menggunakan sistem.
Terdapat pengaruh yang
positif dan signifikan antara sikap (attitude) terhadap niat karyawan untuk
menggunakan SIMRS di Rumah Sakit Daerah Kalisat. Hal ini dapat terjadi karena,
dengan adanya sikap yang positif terhadap sistem, dimana terdapat perasaan
senang untuk menggunakan, keyakinan bahwa SIMRS dapat memberikan dampak yang baik
bagi rumah sakit, serta perasaan tertarik untuk dapat menguasai teknologi
informasi dalam pekerjaan, dapat meningkatkan keinginan karyawan untuk
menggunakan SIMRS. Sehingga, seluruh karyawan harus diberikan kesempatan untuk
menggunakan SIMRS secara konsisten, agar dapat membangun sikap positif mereka
terhadap SIMRS.
Tidak ditemukan adanya
efek mediasi oleh sikap yang memperkuat pengaruh persepsi kegunaan terhadap
niat karyawan untuk menggunakan SIMRS di Rumah Sakit Daerah Kalisat. Hal ini
terjadi, karena tidak adanya pengaruh yang nyata dari persepsi kegunaan
terhadap niat karyawan untuk menggunakan SIMRS. Dengan kata lain, persepsi
kegunaan baik secara langsung maupun dimediasi oleh sikap, tidak memiliki
pengaruh yang nyata terhadap niat atau keinginan karyawan dalam menggunakan
SIMRS.
5. Judul Jurnal :
Sistem Informasi Manajemen Pada Rumah Sakit Khusus Paru-Paru Palembang
Resume : Berdasarkan analisis
yang telah dilakukan oleh penulis terhadap permasalahan pada Rumah Sakit Khusus
Paru-Paru Palembang maka penulis dapat menarik beberapa kesimpulan yakni
sebagai berikut :
1.
Dengan
adanya sistem informasi manajemen pada rumah sakit khusus paru dapat
mempermudah pihak rumah sakit paru-paru dalam penyampaian informasi mengenai
rekam medik pasien secara cepat dan tepat.
2.
Dengan
adanya sistem informasi manajemen pada rumah sakit khusus paru dapat
mempermudah pihak rumah sakit paru-paru dalam penyampian informasi mengenai
jenis penyakit paru-paru terbanyak untuk pasien berdasarkan jenis pelayanan
atau jaminan tiap tahunnya.
3.
Dengan
adanya sistem informasi manajemen pada rumah sakit khusus paru Hal - 8 dapat
mempermudah pihak rumah sakit paru-paru dalam penyampaian informasi mengenai
data pasien yang meninggal tiap tahunnya beserta jenis penyakit paru-paru yang dideritanya.
Komentar
Posting Komentar